Pengelolaan Atraksi Budaya Sebagai Daya Tarik Wisata Sasak Ende Desa Sengkol Kabupaten Lombok Tengah
DOI:
https://doi.org/10.59820/telpar.v4i2.513Kata Kunci:
pengelolaan atraksi budaya, wisata budaya, desa Sasak Ende, daya tarik wisata, partisipasi masyarakatAbstrak
Atraksi budaya memiliki peran penting dalam memperkuat keunikan dan daya saing destinasi pariwisata. Desa Sasak Ende yang terletak di Desa Sengkol, Kabupaten Lombok Tengah merupakan salah satu perkampungan tradisional yang masih mempertahankan nilai dan tradisi budaya masyarakat Sasak. Desa ini memiliki potensi wisata yang besar melalui rumah adat tradisional, pertunjukan budaya, serta aktivitas kehidupan sehari-hari masyarakat lokal. Namun demikian, pengelolaan atraksi budaya di kawasan ini masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sarana prasarana, partisipasi masyarakat, serta promosi wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan atraksi budaya di Desa Sasak Ende sebagai daya tarik wisata serta mengkaji perannya dalam meningkatkan minat kunjungan wisatawan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi literatur.
Informan penelitian terdiri dari pengelola wisata, masyarakat lokal, serta wisatawan yang berkunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan atraksi budaya di Desa Sasak Ende dilakukan melalui pelestarian rumah adat, demonstrasi budaya, produksi kerajinan tangan, serta aktivitas wisata berbasis masyarakat. Keterlibatan masyarakat lokal menjadi faktor utama dalam menjaga keaslian budaya Sasak. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan fasilitas pendukung, kurangnya promosi wisata, serta perlunya peningkatan kapasitas pengelolaan pariwisata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan atraksi budaya yang efektif dengan dukungan partisipasi masyarakat serta strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan dapat meningkatkan daya tarik Desa Sasak Ende sebagai destinasi wisata budaya.