Strategi Pengembangan Wisata Kuliner di Pasar Bambu Desa Wisata Bonjeruk sebagai Upaya Meningkatkan Jumlah Kunjungan Wisatawan
DOI:
https://doi.org/10.59820/telpar.v4i2.433Kata Kunci:
Strategi pengembangan, wisata kuliner, desa wisata, sarana prasarana, kunjungan wisatawanAbstrak
Pariwisata kuliner merupakan salah satu daya tarik penting dalam pengembangan desa wisata berkelanjutan. Pasar Bambu Desa Bonjeruk di Lombok Tengah memiliki potensi kuliner khas dan atmosfer budaya lokal yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, namun pengelolaannya masih menghadapi sejumlah tantangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengembangan wisata kuliner di Pasar Bambu serta upaya pengelolaan sarana dan prasarana untuk meningkatkan jumlah kunjungan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan kajian pustaka, melibatkan staf pengelola dan wisatawan sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan dilakukan melalui perbaikan fasilitas fisik, penyelenggaraan event budaya, promosi digital, pelatihan dan pemberdayaan masyarakat, serta kerja sama dengan pihak eksternal. Data menunjukkan adanya peningkatan signifikan kunjungan wisatawan pada tahun 2024 sebesar 58% dibandingkan tahun sebelumnya Kendala utama meliputi keterbatasan anggaran, rendahnya partisipasi masyarakat, dan minimnya dukungan eksternal. Disimpulkan bahwa strategi pengelolaan terpadu dengan promosi digital efektif dan pelibatan masyarakat berperan penting dalam memperkuat posisi Pasar Bambu sebagai destinasi wisata kuliner berkelanjutan.